Rabu, 23 November 2011

NFS (Network File Sharing)


NFS adalah sebuah kumpulan protokol yang digunakan untuk mengakses beberapa sistem berkas melalui jaringan. Spesifikasi NFS didefinisikan dalam RFC 1094, dan saat ini telah mencapai versi 3 yang didefinisikan dalam RFC 1813.
NFS merupakan sebuah sistem berkas terdistribusi yang dikembangkan oleh Sun Microsystems Inc. pada awal dekade 1980-an yang menjadi standar de facto dalam urusan sistem berkas terdistribusi. NFS didesain sedemikian rupa untuk mengizinkan pengeksporan sistem berkas terhadap jaringan yang heterogen (yang terdiri dari sistem-sistem operasi yang berbeda dan platform yang juga berbeda). Teknologi NFS ini dilisensikan kepada lebih dari 200 vendor komputer dan jaringan, dan telah dibuat implementasinya pada banyak platform dan sistem operasi, termasuk di antaranya adalah UNIX, GNU/Linux, Microsoft Windows, dan lingkungan mainframe.
NFS dapat mengizinkan klien-klien untuk menemukan dan mengakses berkas yang disimpan di dalam server jaringan jarak jauh. Memang, desain awal spesifikasi NFS dikhususkan untuk penggunaan dalam jaringan lokal (LAN) dan tidak dioptimalkan untuk penggunaan dalam WAN. Tapi, versi NFS 3 yang digunakan saat ini dapat digunakan dalam jaringan WAN, sebaik ketika ia bekerja di dalam LAN. Fitur-fitur yang dimiliki oleh NFS versi 3 adalah sebagai berikut:
  • Mendukung ukuran berkas hingga satuan Terabyte, dengan menggunakan indikator ukuran berkas hingga 64-bit (pada versi sebelumnya, hanya mengimplementasikan indikator ukuran berkas hingga 32-bit saja, sehingga total ukuran berkas maksimum adalah 4 gigabyte).
  • Ukuran maksimum paket data yang didukung adalah 64 Kilobyte (pada versi sebelumnya, hanya mencapai 8 KB untuk tiap paketnya, sehingga lebih lama dalam melakukan transfer data dari satu host ke host lainnya yang menjalankan NFS).
  • Dapat memilih apakah hendak menggunakan protokol lapisan transport UDP atau TCP (pada versi sebelumnya, NFS hanya menggunakan protokol lapisan transport UDP sehingga kurang bagus diimplementasikan dalam jaringan WAN)
  • Server dapat melakukan penge-cache-an terhadap request yang dilakukan oleh klien.

Konfigurasi Server dan Klient

Download dan Install Paket-paket berikut:

Setting Network File Sharing ‐NFS – di sisi Server dan Klient

libgssglue1_0.1-4_i386.deb
libnfsidmap2_0.23-2_i386.deb
librpcsecgss3_0.19-2_i386.deb
nfs-common_1.2.0-4ubuntu4_i386.deb (KLIENT)
nfs-kernel-server_1.2.0-4ubuntu4_i386.deb
portmap_6.0.0-1ubuntu2_i386.deb (KLIENT)

Gunakan perintah sudo dpkg -i (nama-paket)

Konfigurasi paket portmap
#sudo dpkg‐reconfigure portmap
(pilih no jika ditanya untuk bind loopback) 

Edit file /etc/exports atur seperti dibawah ini:
#sudo nano /etc/exports


Catatan :
‐ /home/triwahyuningsih/Documents >> lokasi folder yg akan di shared
‐ 192.168.0.0/24 >> IP client yg boleh akses shared folder 192.168.0.1 - 255
‐ (rw,no_root_squash,async) >> Permissions attribute, dalam hal ini full read‐write
untuk akses read‐only dari hanya satu Client, sisipkan parameter berikut
/home/ubuntu 192.168.0.2 (ro,async)
Restart dan aktifkan NFS Server
#sudo /etc/init.d/nfs‐kernel‐server restart


#sudo exportfs ‐a 
Konfigurasi Klient
Buat folder lokal untuk me‐mount shared folder di server
#sudo mkdir /media/data

Mount manual shared folder di server ke folder lokal
#sudo mount 192.168.0.1: /home/triwahyuningsih/Documents /media/data
‐ 192.168.0.1 >> ip address NFS server
‐ /home/triwahyuningsih/Documents >> Shared folder pada NFS server
‐ /media/data >> mount point pada Client








Rabu, 16 November 2011

DHCP


DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menpengertian DHCPggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Cara Kerja

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur ,client/server maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
  1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
  3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
  4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan. 

    INSTALLASI

    File yang di butuhkan:
    • dhcp3-common_3.1.3-2ubuntu3.3_i386.deb => Untuk Server dan Client
    • dhcp3-server_3.1.3-2ubuntu3.3_i386.deb => Untuk Server
    • dhcp3-client_3.1.3-2ubuntu3.3_i386.deb => Untuk Client

    Perintahnya:
    Sudo dpkg -i dhcp3-common_3.1.3-2ubuntu3.3_i386.deb
    Sudo dpkg -i dhcp3-Server_3.1.3-2ubuntu3.3_i386.deb
     Sudo dpkg -i dhcp3-client_3.1.3-2ubuntu3.3_i386.deb


    KONFIGURASI DHCP SERVER

    Ketikan perintah pada terminal:
    sudo nano /etc/default/dhcp3-server

    cari

    INTERFACES=”"
    ganti dengan
    INTERFACES=”eth0″
     
    elanjutnya ketikkan perintah
    sudo nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf
    Aturlah seperti dibawah ini:
     
    Simpan kemudian keluar.
    Konfigurasi diatas berarti Server DHCP menyiapkan IP address antara 192.168.0.100-192.168.0.150
    Setelah selesai restart service DHCP.
    sudo /etc/init.d/dhcp3-server restart
    KONFIGURASI KLIENT DHCP
    Ketikan perintah pada terminal:
    sudo nano /etc/network/interfaces
    sesuaikan seperti di bawah ini:
     
    Simpan kemudian keluar.
    Kemudian restart networkingnya
    sudo /etc/init.d/networking restart
       

Rabu, 02 November 2011

SSH , SFTP & SCP

Definisi SSH
SSH menggunakan kriptografi kunci publik untuk mengotentikasi komputer remote dan biarkan komputer remote untuk mengotentikasi pengguna, jika perlu. SSH biasanya digunakan untuk login ke mesin remote dan mengeksekusi berbagai perintah, tetapi juga mendukung tunneling, forwarding TCP port dan X11 connections; itu dapat mentransfer file menggunakan terkait SFTP atau SCP protocols. SSH menggunakan klien-server model. Yang standar TCP port 22 telah ditetapkan untuk menghubungi server SSH. Sebuah klien program SSH ini biasanya digunakan untuk membangun koneksi ke SSH daemon untuk dapat diremote. Keduanya biasanya terdapat pada sistem operasi modern, termasuk Mac OS X, Linux, FreeBSD, Solaris dan OpenVMS. Tersedia versi berpemilik, freeware dan open source untuk berbagai tingkat kerumitan dan kelengkapan.

Penggunaan SSH
SSH adalah sebuah protokol yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi. Beberapa aplikasi di bawah ini mungkin membutuhkan fitur-fitur yang hanya tersedia atau yang kompatibel dengan klien atau server SSH yang spesifik. Sebagai contoh, menggunakan protokol SSH untuk mengimplementasikan VPN adalah dimungkinkan, tapi sekarang hanya dapat dengan implementasi server dan klien OpenSSH.
§  untuk login ke shell pada remote host (menggantikan Telnet dan rlogin)
§  untuk mengeksekusi satu perintah pada remote host (menggantikan rsh)
§  untuk menyalin file dari server lokal ke remote host. Lihat SCP, sebagai alternatif untuk rcp
§  dalam kombinasi dengan SFTP, sebagai alternatif yang aman untuk FTP transfer file
§ dalam kombinasi dengan rsync untuk mem-backup, menyalin dan me-mirror file secara efisien dan aman
§ untuk port forwarding atau tunneling port (jangan dikelirukan dengan VPN yang rute paket antara jaringan yang berbeda atau menyambung dua wilayah broadcast menjadi satu)
§  untuk digunakan sebagai VPN yang terenkripsi penuh. Perhatikan bahwa hanya OpenSSH server dan klien yang mendukung fitur ini
§    untuk meneruskan X11 melalui beberapa host
§  untuk browsing web melalui koneksi proxy yang dienkripsi dengan klien SSH yang mendukung protokol SOCKS
§  untuk mengamankan mounting direktori di server remote sebagai sebuah sistem file di komputer lokal dengan menggunakan SSHFS
§ untuk mengotomasi remote monitoring dan pengelolaan server melalui satu atau lebih dari mekanisme seperti yang dibahas di atas


Installasi SSH

Sebelum menginstall SSH dibutuhkan file yaitu:
* openssh-server_1%3a5.3p1-3ubuntu7_i386.deb    ---> Pada Server


Lalu , 
* openssh-client_1%3a5.3p1-3ubuntu7_i386.deb     ---> Pada client


Setelah selesai menginstall ketikan perintah sudo nano /etc/ssh/sshd_config




Selanjutnya restart SSH dengan perintah:
                                  sudo /etc/init.d/ssh restart


Cara mengecek SSH adalah dengan cara sebagai berikut :
ssh username@alamatIP





SFTP

SFTP adalah singkatan dari Secure File Transfer Protocol. Ini adalah fitur gabungan antara FTP dan SCP. Protokol ini mengkombinasikan fleksibilitas FTP dan keamanan dari SCP. Protokol ini mendukung transfer file dan manipulasi file. Protokol SFTP bisa juga disebut sebagai protokol baru, yang mana bukan hanya menggunakan FTP melalui SSH.
Hal ini biasanya digunakan dengan dua versi protokol SSH (TCP port 22) untuk menyediakan transfer file aman, tetapi dimaksudkan untuk digunakan dengan protokol lain juga.
Dari penjelasan dan perbandingan diatas, dapat ditarik kesimpulan mengapa kita dianjurkan menggunakan SCP/SFTP. Protokol ini mengenkripsi komunikasi data anda dengan memberikan standard keamanan yang lebih baik dan membantu anda dalam mengamankan data anda dari ‘pencuri’ data.
SFTP belum secara resmi menjadi protokol yang standar dan oleh karena itu kebanyakan klien akan mencoba untuk menggunakan SFTP, dan jika dukungan aplikasi tersebut belum ada, kita bisa kembali menggunakan SCP, walaupun fitur-fiturnya belum tersedia secara lengkap, namun paling tidak komunikasi data anda sudah terenkripsi.

Installasi SFTP

Download terlebih dahulu file vsftpd_2.2.2-3ubuntu6.1_i386.deb

Cara Menginstall vsftpd_2.2.2-3ubuntu6.1_i386.deb gunakan perintah:
sudo dpkg -i  vsftpd_2.2.2-3ubuntu6.1_i386.deb


Menjalankan Sftp

Untuk mengecek sftp sudah berjalan atau belum cobalah perintah sebagai berikut:





SCP

Secure Copy Protocol (SCP) adalah sebuah tool yang sangat berguna dalam mengirim dan menerima file melalui Secure Shell (SSH) di internet tanpa (atau dengan sedikit) resiko jalur kita terdeteksi oleh pihak lain. Berikut adalah cara menggunakan SCP untuk mengirim file dan menerima file.
Mengirim File/Folder
Kita dapat mengirim file melalui SCP dari Terminal (Shell) dengan perintah:
scp namafile.ext username@namadomain.tld:/nama/folder/tujuan
Mengambil File/Folder
Untuk mengambil file atau folder dari mesin/server yang kita maksud, gunakan perintah:
scp username@namadomain.tld:/nama/folder/asal/namafile.ext /folder/tujuan/lokal
Secara sekilas, perintah tersebut terlihat sama. Memang perintah dan fungsinya benar-benar sama, hanya pada penggunaan kali ini parameter tujuan dan asal saja yang dibalik.


Mengetes SCP














 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates